Kisah Inspiratif

Ada sebuah keluaga kecil dengan satu orang anak, Andi namanya. Suatu hari ibunya sedang mempersiapkan makan di dapur. Tiba-tiba anaknya andi yang baru pulang dari sekolah menghampirinya.

Andi        : ”Ibu..ibu…aku tadi di sekolah dipinjami oleh temanku mainan monopoly, asyik lho. Aku boleh meminjamnya sehari saja untuk dibawa pulang. Nanti aku mau main sama ayah”.

Ibu    : “Ayahmu sibuk, Andi. Waktunya sangat berharga untuk bekerja di kantornya”

Andi : “ Tapi Andi ingin bermain dengan ayah, nanti sehabis pulang kantor, Andi akan ajak ayah bermain monopoly.

Setelah mmpersiapkan buku-buku pelajaran buat besok pagi, pukul 8 malam di ruang tamu andi mulai menunggu ayahnya pulang dari kantor. Sementara itu, seperti biasa Pak Iwan, kepala cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Andi, putra pertamanya yang baru duduk di kelas dua SD yang membukakan pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama.

Ayah   : “Lho, Andi kok belum tidur?”

Pak Iwansegera mencium anaknya. Biasanya, Andi memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.

Sambil membuntuti sang ayah menuju ruang keluarga, Andi menjawab,

Andi    : “Aku nunggu Ayah pulang. Sebab aku mau tanya sama ayah?”

Ayah : “Mau tanya , apa?”

Andi   : “Berapa sih gaji Ayah?”

Ayah   : “Lho, tumben, kok nanya gaji Ayah? Mau minta uang lagi, ya?”

Andi    : “Ah, enggak. Pengen tahu aja.”

Ayah : “Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Ayah bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp 400.000,-. Dan setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja, Jadi, gaji Ayah dalam satu bulan berapa, hayo?”

Andi berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara ayahnya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika P. Iwan beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Andi berlari mengikutinya.

Andi : “andi udah hitung, Ayah. Kalau satu hari ayah dibayar Rp 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam ayah digaji Rp 40.000,- dong,”

Ayah   : “Wah, pinter kamu. Sudah, sudah, sekarang cuci kaki, lalu bobok,”

Andi    : “Ayah, Andi boleh pinjam uang Rp 5.000,- nggak?”

Ayah     : “Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini? Ayah capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah.”

Andr   : “Tapi, Ayah…”

Ayah   : “Ayah bilang tidur!”

Andi pun berbalik menuju kamarnya. Usai mandi, P. Iwan nampak menyesali hardikannya, Ia pun menengok Andi di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Andi didapatinya sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp 15.000,- di tangannya.

Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu,

Ayah       : “Maafkan Ayah, Nak. Ayah sayang sama Andi. Buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok’ kan bisa. Jangankan Rp 5.000 ,- lebih dari itu pun ayah kasih.”

Andi        : “Ayah, aku nggak minta uang. Aku pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini.”

Ayah   : “Iya, iya, tapi buat apa?”

Andi        : “Aku menunggu Ayah dari jam 8. Aku mau ajak Ayah main monopoly. Tiga puluh menit saja. Ibu sering bilang kalau waktu Ayah itu sangat berharga. Jadi, aku mau beli waktu ayah. Aku buka tabunganku, ada Rp 15.000,-. Tapi karena Ayah bilang satu jam Ayah dibayar Rp 40.000,-, maka setengah jam harus Rp 20.000,-. Duit tabunganku kurang Rp 5.000,-. Makanya aku mau pinjam dari Ayah,”

P. Iwan terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat.

Ayah : “Maafkan, ayah ya. Ayah pikir dengan bekerja sampai malam, ayah akan mendapatkan uang banyak dan dapat membahagiakan kamu..nak. Tapi ayah, salah, ternyata membagi waktu untuk bersama kamu ternyata lebih memberikan kebahagiaan, maafkan..Ayah ya… Mulai sekarang, ayah akan membagi waktu selain bekerja, untuk berkumpul bersama kamu dan ibumu.

Ibu andi yang sejak tadi berada didepan pintu kamar anaknya juga ikut meneteskan air mata kebahagiaan.

Aplikasi Dunia Kanak-kanak (Dukan)

Istana Dongeng Kak Kus telah pre-launching Aplikasi Dunia Kanak-kanak (Dukan) di playstore, silahkan didownload di link ini :DUNIA KANAK-KANAK (DUKAN) . Aplikasi yang berisi metode pembelajaran kanak-kanak.

Perkembangan teknologi informasi sangat pesat. Sekarang ini semua informasi sudah dapat diakses hanya dalam genggaman tangan melalui hp/android. Istana Dongeng Semarang juga mengikuti perkembangan teknologi informasi tersebut dengan membuat aplikasi android yang diberi nama Dunia Kanak-kanak (Dukan). Aplikasi yang berisi metode/media pembelajaran yang menarik untuk kanak-kanak. Metode/media ini dapat diakses menggunakan android.

                Aplikasi Dunia Kanak-kanak (Dukan) ini dilatarbelakangi minimnya informasi metode/media pembelajaran anak-anak terutama di daerah pelosok Indonesia yang ingin meningkatkan kemampuan pengayaan pembelajaran kepada anak. Keterbatasan pengayaan untuk guru-guru TK turut andil dalam kemajuan pendidikan Taman Kanak-kanak di Indonesia.Aplikasi Dunia Kanak-kanak (Dukan) ini dalam bentuk audio dan video yang dapat didengarkan atau dilihat dengan cara pilih produk metode/media yang disukai terus ikuti langkah yang ada di aplikasi ini. Aplikasi ini juga dilengkapi dengan preview produk agar mendapatkan gambaran produk yang akan dipilih.

                Aplikasi ini menawarkan konsep ‘BERBAGI BERKAH’ untuk berbagi pengetahuan kepada orang lain dan mendapatkan keberkahan. Untuk itu aplikasi ini menyediakan fasilitas bagi pribadi/sekolah/institusi/siapa pun untuk ikut berpartisipasi dalam ‘sharing pengetahuan dengan mendaftar/membuat akun di aplikasi ini untuk mendapatkan ‘Sanggar’ atau tempat mengupload semua pengetahuan terkait metode/media pembelajaran.

  Silahkan install aplikasi dengan klik icon di bawah ini :