Dunia Cerita

PROLOG : Adik-adik yang manis, kali ini kakak akan menceritakan cerita rakyat dari India...

T.SEPATU    : ”Cek...cek...cek... kenapa sudah berhari-hari tidak ada yang menjahitkan

                           sepatu. Mana aku sudah tidak ada makanan lagi. Oh..Tuhan, Berikanlah

                           aku rezeki. Aku hanya tinggal punya satu lembar kulit yang aku sayangi

                           karena kulit ini paling bagus. Tapi bagaimana lagi. Mudah-mudahan

                           dengan nanti ku buat sepatu ada yang mau membeli sepatuku.”

 

NARATOR : Tukang sepatu itupun segera membuat sepatu yang sangat bagus warna merah. Kemudian sepatu itu di pajang di rak tokonya.

T.SEPATU    : ”Sepatu...sepatu...bagus..ayo..ayo...silahkan beli.”

PEMBELI     : ”Berapa harganya, pak?”

T.SEPATU    : ”Tiga ratus ribu, Bu.”

PEMBELI     : ”Wah..mahal sekali...bagaimana kalau lima puluh ribu.”

T.SEPATU    : ”Aduh...Bu, segitu juga belum dapat. Saya hanya mengambil untung

                           dikit aja kok.”

PEMBELI     : ”Ya...sudah. Aku tak punya uang sebanyak itu.”

 

NARATOR : Pembuat sepatu itupun kembali menawarkan sepatunya. Namun yang lewat depannya hanya sekedar melirik. Berhari-hari sepatunya tetap masih ditempatnya. Akhirnya dengan hati yang berat ia masukkan sepatunya ke dalam rumah. Tak lama kemudian hujanpun turun dengan derasnya.

T.SEPATU    : ”Oh..Tuhan, mungkin inilah nasibku. Tak punya makanan dan

                          uang. Baiklah, aku minum saja untuk menahan laparku.”

PENGEMIS  : ”Tuan...tolong berikan aku sedikit makan...aku sudah berhari-hari tidak

                            makan, tolonglah..tuan..”

T.SEPATU    : ”Pak..kita punya nasib yang sama. Saya juga sudah berhari-hari tidak

                           makan, kalau hanya sekedar berteduh, mari silahkan masuk, namun

                           akupun tak punya makanan.”

PENGEMIS  : ”Terima kasih, pak. Hiii...hiii...saya kedinginan. Saya sudah berjalan

                           jauh sekali. Lihatlah pak, kaki saya sampai pecah-pecah. Itu sepatu siapa

                           ya, pak.”

T.SEPATU    : ”Pakai saja kalau bapak mau. Itu adalah satu-satunya hartaku.”

PENGEMIS  : ”Terima kasih, Pak.”

 

NARATOR : Paginya saat terbangun dari tidur ternyata pengemis itu sudah tidak ada. Kemudian terdengar..... Tok...tok...tok...krekkkkkk (suara pintu)

PANGLIMA: ”Selamat pagi, Tuan.”

T.SEPATU    : ”Selamat pagi, tuan panglima. Apa ada yang salah dari hamba, tuan...”

PANGLIMA: ”Oh..tidak, saya diutus raja untuk menjemput bapak agar bersedia tinggal

                            di istana.”

T.SEPATU    : ”Apa...tinggal di istana...apa tuan tidak salah orang...”

PANGLIMA: ”Tidak, pak, karena kebaikan bapak, raja bisa kembali ke Istana tanpa

                           rasa sakit pada kaki karena sepatu yang bapak berikan.”

T.SEPATU    : ”Ja....ja.....jadi pengemis itu....”

PANGLIMA: ”Ya,... itu memang raja kami yang sedang memeriksa keadaan rakyatnya.

                           Ini ada pakaian dan makanan, silahkan ganti dengan pakaian ini

                           kemudian makanlah setelah siap, kami jemput ke istana.”

T.SEPATU    : ”Terima kasih, Tuhan. atas karunia yang Engkau berikan kepada kami.”

 

EPILOG : Adik-adik yang manis, sebuah keiklhasan akan mendapatkan kebaikan di kemudian hari seperti yang dialami tukang Sepatu.

cerminPROLOG : Rudi adalah anak yang kurang suka tersenyum, mulutnya selalu cemberut tak pernah senyum walaupun berpapasan dengan orang.

IBU                 : “Rudi…wajahmu akan tambah tampan kalau kau mau tersenyum. Lihat

                           Rudi…film itu lucu sekali ya…ha...”

RUDI              : “Ah… tidak lucu”

NARATOR : Rudi pun segera masuk. Sementara itu seperti biasanya Kakek Anwar selalu jalan-jalan sore. Setiap kali ia bertemu dengan orang pastilah Kakek Anwar disapa. Tidak hanya orang tua tapi anak-anak suka bercanda dengan Kakek Anwar karena orangnya yang ramah.

K. ANWAR   : “Wah…wah…wah…kalian sedang bantu ibu, ya. Hem..kalian benar-

                          benar anak yang hebat”

ANAK                        : “Kakek juga hebat selalu senyum dan ramah dengan kami, kami jadi

                           sayang lho kek”

K. ANWAR   : “Terima kasih..terima kasih”

NARATOR : Ketika sampai di depan rumah Rudi, Kakek Anwar melirik ke kamar Rudi. Rudi malu ia pun menutup korden kamar. Namun dalam hati Rudi banyak pertanyaan tentang Kakek anwar yang ramah. Ia ingin menyelidikinya. Dengan diam-diam Rudi pergi ke Rumah Kakek Anwar. Saat masuk ia kesasar masuk ke dalam kamar yang remang-remang. Saat itulah ia mendengar ada suara berbisik yang memanggilnya.

CERMIN       : “Rudi ke sinilah.,..Rudi ke sinilah…”

NARATOR : Rudi ketakutan tapi ia ingin tahu siapa yang memanggilnya”

RUDI             : “Hai.. siapa kau ini ?”

CERMIN       : “Aku adalah cermin di sampingmu. Kemarilah Rudi lihatlah wajahmu di

                         cerminku”

NARATOR : Rudi pun segera bercermin…tapi yang nampak di cermin adalah anak laki-laki yang jelek.

RUDI             : “Ah…ini bukan aku..wajahku tak sejelek itu, cermin”

CERMIN       : “Ya betul..itu wajahmu bila kau cemberut. Bila kau tidak bisa tersenyum

                         lihatlah wajahmu saat remaja”

NARATOR : Tiba-tiba didalam cermin ada wajah remaja yang jelek juga. Pipinya tembem, dengan mulut yang selalu cemberut dan mata yang sayu.

RUDI             : “Ah…cermin bohong..itu juga bukan wajahku”

CERMIN       : “Betul itu sungguh wajahmu bila tak dapat tersenyum dan sekarang

                         lihatlah wajahmu saat tua”

NARATOR : Minggugguh sangat menakutkan di dalam cermin itu ada seorang kakek yang wajahnya sangat menyeramkan. Dahinya berkerut, bibirnya tebal, besar dan mulutnya hi…hi…sangat menakutkan.

RUDI              : “Booohoooooong itu bukan aku….”

NARATOR : Teriakan Rudi rupanya didengar oleh Kakek Anwar.

K. ANWAR   : “Rudi…kalau kamu tak ingin wajahmu seperti di cermin itu maka mulai sekarang belajarlah untuk tersenyum”.

EPILOG : Nah, adik-adiku yang manis, bisakanlah untuk tersenyum ketika bertemu dengan orang lain dan jangan suka cemberut ya..

mahkota saktiPROLOG:      :Wisnu dan wisanggeni adalah dua pangeran dari kerajaan Madukara. Mereka sedang dalam perjalanan untuk mengambil mahkota kerajaan yang dititipkan Raja kepada Dewa Kera Sakti.

Wisanggeni     : “Kanda…lihat apa itu..? Burung Rajawali…awas….”

                           Wisnu          : “Tenanglah adikku kalau kita tidak menggangu pasti burung itu tidak menyerang kita.”

Wisanggeni     : “Tapi burung itu menghalangi kita. Ayo kitaserang burung itu. Ciaaatttttt

Wisnu              : “Jangannnnnnnn”

NARATOR   : Melihat gelagat akan diserang burung itupun mendahului menyerang. Perkelaian antara Wisanggeni dengan burung itu berlangsung cepat dan Wisanggeni terluka. Pangeran Wisnu datang membantu.Beliau berusaha mengalahkan burung Rajawali tanpa membuatna terluka. Dan betapa kagetnya mereka saat burung itu dapat bicara.

Burung            : “Terimakasih ,…Pangeran tidak malukaiku. Hamba ingin mengabdi dengan mu Paneran Wisnu.”

Wisnu              : “Terimakasih. Dapatkah kau antarkan kami menemui Dewa kera Sakti?”

NARATOR   : Dengan diantar burung Rajawali mereka menemui Dewa Kera Sakti.

D. Kera Sakti  : “Pangeran Wisnu dan Wisanggeni mahkota itu disimpan diawan kelima belas. Pintu awan pertama dijaga ular raksasa. Bila kalian berhasil mengalahkan kalian akan langsung bisa naik ke awan lima belas dan mengambil mahkota itu.”

           

NARATOR   : P. Wisnu dan Wisanggenipun segera menuju ke awan pertama. Ular penjaga siap menyerang. Perkelaian bertiga sungguh sangat menegang kan. Tapi akhirnya dengan kekuatan buana langit P. Wisnu dapat mengalahkan ular raksasa tanpa melukai.Merekapun segera diantar untuk mengambil mahkota. dengan naik Burung Rajawali mereka kembali.Namun P. Wisanggeni mempunyai rencana yang jahat. Ia ingin membunuh kakaknya. Maka dengan kuat ia mendorong P.Wisnu. P.Wisnupun terjatuh.

P. Wisnu          : “Ah……”

P Wisanggeni : “Kanda pergilah…akulah yang harusnya jadi raja ha..ha..ha…”

NARATOR   : Bagaikan mimpi ternyata P. Wisnu jatuh tepat dikursi Singgasana dan mahkota yang tadi diambil P. Wisanggeni kini telah berada di kepalanya.Dan beliaupun dilantik menjadi raja. Sementara P.Wisanggeni kini harus mengobati luka .

kijang emasPROLOG : Di kerajaan Pringgapuri bertahta seorang raja yang bijaksana. Beliau mempunyai seorang putri bernama Putri Cahyani yang sangat terkenal cantik, cerdas dan terampil. Banyak sekali yang mengidolakan Putri Cahyani. Namun sayang itu semua membuat Putri Cahyani menjadi sombong. Ia akan iri apabila ada sseseorang yang melebihi kecantikan maupun kepandaiannya.

Hari itu dikerajaan Pringgapuri diadakan jamuan yang mengundang tamu dari kerajaan lain. Acarapun telah disiapkan dengan matang. Dalam acara nanti Putri Cahyani akan tampil menyanyi.

Acara demi acarapun berlangsung . Tiba saatnya Putri Cahyani menyanyi. Suaranya merdu. Tepuk tangan meriah saat Putri Cahyani menyanyi. Acara dilanjutkan dengan acara santai dimana setiap tamu yang datang dipersilahkan mengisi acara.

Rubiah adalah salah seorang pembantu istana. Kepandaiannya tak diragukan karena ialah yang mengajari Putri Cahyani menyanyi. Ia ingin mencoba keberaniannya menyanyi didepan para tamu. Ketakutannya berubah dengan semangatnya. Mc mulai memanggilnya. Awalnya banyak yang tak menghiraukannya. Tapi begitu mendengar suara Rubiah semua terdiam. Mereka terpesona dengan keindahan dan kemerduan suara Rubiah. Dengan gegap gempita para tamu memberikan tepuk tangannya.

Melihat itu semua membuat Putri Cahyani murka. Beliau tidak menginginkan ada yang menyaingi kepandaiannya menyanyi.

Putri Cahyani : “Hai Rubiah mengapa kau berani-beraninya tampil ?”

Rubiah             : “Maaf, hamba hanya ingin mencoba Putri…”

Putri Cahyani : “Apa..lihat..kamu akan menyaingiku ya…jawab…!”

Rubiah             : “Tidak Putri…hamba tidak bermaksud itu”

Putri Cahyani : “Lihat dayang…wajahmu itu tidak secantik diriku….

                        Apalagi penampilanmu……kau gendut, hitam dan hai lihatlah rambutmu               keriting. Sangat lucu kalau kau akan menyaingiku.

                           Karena kau telah berani menyaingiku maka kamu harus mendapatkan hukuman. Kamu bertugas menjaga kebunku tanpa mendapat makan.”

NARATOR : Kini hari-hari Rubiah dilalui di kebun. Namun tanpa rasa sedih ia terus belajar, termasuk belajar merawat tubuhnya. Kulitnya yang hitam slalu ia bersihkan dengan ramuan yang ia buat dari dedaunan. Rambutnyapun menjadi indah berkilau.

Hari itu seperti biasanya Rubiah membersihkan kebun sambil menyanyi. Suaranya yang merdu membuat Permaisuri terpesona.

Permaisuri       : “Kakanda suara dayang itu sungguh indah. Andaikan hamba meminta dia                         menjadi penyanyi istana ,apakah kanda setuju?”

Raja                 : “Baiklah dinda, kebetulan sebentar lagi kita akan kedatangan tamu dari                             kerajaan sekitar”

NARATOR : Mulai saat itu Rubiah menjadi penyanyi istana Resasana. Keindahan dan kebaikan Rubiah terkenal sampai dikerajaan sekitar termasuk kerajaan Pringgapuri. Putri Cahyani murka mendengar itu semua.

Putri Cahyani : “Tidak ….tidak boleh ada yang melebihi keindahan suaraku. Hemm…                              akan kuhancurkan dia.”

NARATOR : Sambil berkata begitu Putri melemparkan sebuah tongkat ke taman dan ternyata mengenai Kijang yang sedang lewat. Dengan kemarahan yang meluap Kijang berkata ,

Kijang             : “Hai putri … mengapa lempar aku, apa kesalahanku”

Putri Cahyani : “Apa ? kau bisa bicara…”

Kijang         : “Ya karena sesungguhnya aku jelmaan bidadari. Nah, aku akan mengubah dirimu. Rasakan ini….. maka jadilah kijang sekarang juga…”.

NARATOR : Saat itu juga tubuh Putri Cahyani berubah menjadi seekor kijang. Penyesalan diakhir tiada berguna. Kijang Mas itu sebutan kijang jelmaan Putri Cahyani.

balloon-940x626PROLOG : Bol-bol adalah makhluk luar angkasa yang berbentuk bola. Ia dapat berubah bentuk seperti yang diinginkan. Ia berteman dengan siapa saja yang berperilaku baik dan senantiasa menolong siapa saja yang membutuhkan pertolongannya.

Hari ini Mita dan Eko berencana pergi ke Kebun Binatang, kebetulan hari ini hari libur, mereka ingin melihat-lihat beraneka ragam binatang.

Mita     : “Senangnya hari ini kita bisa ke kebun binatang, ya..”

Eko      : “Ya..aku juga senang, kita bisa melihat-lihat binatang yang ada didalamnya.”

NARATOR : Setelah membeli tiket, mereka masuk ke kebun binatang. Ketika berjalan-jalan, mereka melihat ada penjual balon. Mereka ingin membeli balon yang warna-warni itu, maka segera mereka memanggil penjual balon.

Mita                 : “Pak, saya mau beli balonnya.” (setelah penjual balon mendekat)

Penjual balon   : “Adik mau beli balon warna apa?”

Mita                 : “Aku mau beli balon warna merah,”

Eko                  : “Aku mau yang warna hijau, Pak”

NARATOR : Setelah mereka membayar balon yang baru dibelinya, mereka berjalan lagi untuk melihat-lihat binatang sambil memainkan balon yang baru dibelinya. Namun di tengah perjalanan mereka bertemu dengan Si Cecep. Melihat balon yang dipegang Mita dan Eko, Cecep tertarik sekali untuk memilikinya.

Cecep              : “Wah, balon kalian bagus sekali, sini, aku juga pingin balon ini.”

Mita                 : “Jangan, jangan kau ambil balonku, kamu beli sendiri sana.”

Cecep              : “Apa, beli ?” nggak usah ya.”

NARATOR : Ternyata Si Cecep tidak hanya mengambil balonnya Mita tapi juga balonnya Eko, dan langsung dibawanya pergi. Mita dan Eko sedih sekali. Di saat mereka sedih, tiba-tiba ada yang datang. Ya…..dialah Si Bol-Bol sang penolong.

Bol-bol            : “Kenapa kalian menagis, ada yang bisa aku bantu?”

Mita           : “Huk…huk…balonku dan balonnya Eko tadi dirampas oleh Si Cecep, padahal aku baru membelinya dan aku suka balon itu.

Bol-bol       : “O…..begitu…oke..aku akan menolong kalian dan aku akan berubah menjadi BALON.”

NARATOR : Seketika Si Bol-Bol berubah menjadi balon. Mita dan Eko senang sekali dan mereka bisa bermain balon lagi tanpa ada yang mengganggu lagi.

Aplikasi Dunia Kanak-kanak (Dukan)

Istana Dongeng Kak Kus telah pre-launching Aplikasi Dunia Kanak-kanak (Dukan) di playstore, silahkan didownload di link ini :DUNIA KANAK-KANAK (DUKAN) . Aplikasi yang berisi metode pembelajaran kanak-kanak.

Perkembangan teknologi informasi sangat pesat. Sekarang ini semua informasi sudah dapat diakses hanya dalam genggaman tangan melalui hp/android. Istana Dongeng Semarang juga mengikuti perkembangan teknologi informasi tersebut dengan membuat aplikasi android yang diberi nama Dunia Kanak-kanak (Dukan). Aplikasi yang berisi metode/media pembelajaran yang menarik untuk kanak-kanak. Metode/media ini dapat diakses menggunakan android.

                Aplikasi Dunia Kanak-kanak (Dukan) ini dilatarbelakangi minimnya informasi metode/media pembelajaran anak-anak terutama di daerah pelosok Indonesia yang ingin meningkatkan kemampuan pengayaan pembelajaran kepada anak. Keterbatasan pengayaan untuk guru-guru TK turut andil dalam kemajuan pendidikan Taman Kanak-kanak di Indonesia.Aplikasi Dunia Kanak-kanak (Dukan) ini dalam bentuk audio dan video yang dapat didengarkan atau dilihat dengan cara pilih produk metode/media yang disukai terus ikuti langkah yang ada di aplikasi ini. Aplikasi ini juga dilengkapi dengan preview produk agar mendapatkan gambaran produk yang akan dipilih.

                Aplikasi ini menawarkan konsep ‘BERBAGI BERKAH’ untuk berbagi pengetahuan kepada orang lain dan mendapatkan keberkahan. Untuk itu aplikasi ini menyediakan fasilitas bagi pribadi/sekolah/institusi/siapa pun untuk ikut berpartisipasi dalam ‘sharing pengetahuan dengan mendaftar/membuat akun di aplikasi ini untuk mendapatkan ‘Sanggar’ atau tempat mengupload semua pengetahuan terkait metode/media pembelajaran.

  Silahkan install aplikasi dengan klik icon di bawah ini :